RSS

Penerapan Termodinamika dalam Politik :)

23 Mei

Kita tahu hukum termodinamika tidak harus berkaitan dengan pelajaran IPA khususnya Fisika. Termodinamika pun bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali penerapan termodinamika dalam kehidupan.

Dalam Hukum Termodinamika disebutkan bahwa kalor lingkungan adalah
energi dalam ditambah dengan usaha atau kerja. Kita lihat kenyataannya
dalam kehidupan sehari-hari,untuk menimbulkan suatu efek bagi lingkungan
sekitar kita, atau untuk mencapai suatu tujuan, perlu energi dalam atau kekuatan
yang ada di dalam diri kita dan melakukan usaha.

Siapa yang tidak tahu kasus PSSI belakangan ini? Dalam kasus tersebut ternyata dapat kita terapkan termodinamika di dalamnya. Sekarang PSSI sedang bingung atau bermasalah dengan pemilihan anggota barunya. Semua calon pemimpin harus memiliki usaha untuk menarik para anggota PSSI lainnya agar memilih sang ketua. Usaha disini bisa diartikan sebagai usaha untuk memberikan yang terbaik untuk kelanjutan PSSI selanjutnya, selain itu para calon ketua PSSI juga diharapkan agar memiliki usaha agar bisa menepati janjinya.Selain itu energi dalam yang harus dimiliki seorang calon ketua adalah sebuah kesabaran dalam menerima kekalahan dan adanya sportifitas yang tinggi.

Dalam kasus PSSI sekarang ini, ada 4 kandidat yang namanya sudah disebut-sebut,yaitu Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan D Bakrie dan Arifin Panigoro.

Menurut Hukum pertama termodinamika yang berbunyi “ Sejumlah kalor (Q) yang diterima dan usaha (W) yang dilakukan terhadap suatu gas dapat digunakan untuk mengubah energy dalam”.

Nah, jika kita kaitkan dalam bidang politik, sejumlah kalor yang dimaksud dalam hukum termodinamika ini adalah pengaruh yang diberikan oleh keempat kandidat tadi kepada lingkungan (masyarakat atau anggota PSSI) nantinya. Usaha yang dilakukan mereka agar terpilih dapat mengubah energy dalam yang mereka miliki. Energy dalam disini contohnya dalah charisma mereka pada masyarkat atau para anggota PSSI lainnya, atau suatu energy yang awalnya tidak mereka tunjukan kepada orang banyak sebelumnya.

Hukum termodinamika juga menyebutkan “kalor mengalir dari tempat bersuhu tinggi ke tempat yang bersuhu rendah,tetapi tidak bisa sebaliknya,mengalir dari tempat bersuhu rendah ke tempat bersuhu tinggi.”

Ini bisa kita lihat dengan memanasnya kasus PSSI yang selesai melaksanakan kongres. Pada saat itu kalor (panas) dikeluarkan oleh FPI yang tiba – tiba menentang nama-nama kandidat tersebut untuk menjadi ketua PSSI. Keempat kandidat tersebut tidak bisa menentang atau melawan FPI balik, karena keempat kandidat masih harus menunggu kongres PSSI selanjutnya.

Nah, begitulah penerapan Termodinamika dalam bidang politik, khususnya kasus PSSI dan FPI yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. :)

 

Tentang niketutadhi

haloo :) aku NiKetut Adhi S :) lahir di palangkaaraya, 16 Feb 1995 :) bingung awalnya pakaii blog :D tapii belajar" aja (nanya" sma teman)
2 Comments

Posted by pada Mei 23, 2011 in Bagaimana Dengan Fisika ?

 

Kaitkata: , , , , , ,

2 Respon untuk Penerapan Termodinamika dalam Politik :)

  1. iyan

    Mei 3, 2012 at 12:43 pm

    biiihhhh, jago banget buatnya..
    pngaplikasian yg tdk terduga..

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.